Pada saat kita sekolah, SD, SMP, maupun SMA, kita memiliki banyak teman, baik teman laki maupun perempuan.

Beberapa dari mereka sangat tajam intelektualnya, ada yang dalam waktu yang cepat tetapi ada yang membutuhkan waktu yang lama. Beberapa sangat pintar beberapa tidak begitu pintar, apakah penyebabnya ?

Apakah yang membuat mereka satu sama lain berbeda ?
Karena Karma mereka sendiri.

Kamma yang mana yang menyebabkannya ?
Mereka berbeda satu sama lain dikarenakan kamma masa lampaunya berbeda, dan kamma masa sekarangnya juga berbeda.

Meskipun ada yang mengusahakan sama kerasnya, tetapi tidak bisa mendapatkan hasil yang sama, betapapun kerasnya usaha yang dilakukan, tetapi hasilnya berbeda.

Apakah anda pernah mendengar nama Mingun Sayadaw seorang Mahathera pelafal tipitaka (yang mampu mengingat Tipitaka) ?

Umat buddhis di Beji, apakah anda pernah mendengar nama Mingun Sayadaw seorang bhikkhu, Mahathera di Myanmar yang pertama kali dapat mengingat seluruh isi Tipitaka di Myanmar ?
Ya, Mingun Sayadaw itu mampu menghafal seluruh tipitaka, jika beliau membaca 1 bait maka dia langsung bisa hafal.

Apakah anda mampu dalam sekali baca 1 paragraf anda langsung hafal, apakah itu yang pendek atau yang panjang ?

Untuk Mingun sayadaw, sekali saja Mingun Sayadaw membaca sebuah paragraf yang panjang, sayadaw bisa mengingatnya dan tidak lupa.

Bagi Sayadaw U Revata, untuk bisa mengingat paragraf yang pendek, harus dibaca berulang kali agar hafal.

Jadi kalau kita membandingkan semua orang dengan Mingun Sayadaw di masa sekarang pun sulit sekali membandingkan dengan kemampuan Mingun Sayadaw.

Pada Konsili Buddhist yang ke 6, Mingun Sayadaw memberikan semua jawaban yang ditanyakan oleh Mahasi Sayadaw.

Apa yang membuat kita berbeda itu disebabkan oleh Kamma masa lampau, Kamma masa lampau merupakan penyebab utamanya, kamma masa sekarang adalah penyebab pendukungnya.

Sedangkan Bhante Ananda yaitu Murid Sang Buddha merupakan Dhamma Bhandagarika yaitu Bendahara Dhamma. Bhante Ananda mampu menghafal seluruh tipitaka. Bhante Ananda sendiri membutuhkan waktu mengumpulkan parami selama 100.000 kalpa. Beliau membuat suatu aspirasi yaitu untuk bisa mengingat semua isi ajaran Sang Buddha. Beliau juga adalah pembantu utama Sang Buddha.

Membuat aspirasi adalah membuat tujuan akhir yang akan kita capai.

Misalnya Bhante Ananda, Beliau membuat aspirasi untuk bisa menjadi pembantu utama Sang Buddha, juga membuat aspirasi untuk bisa menghafal, mengingat seluruh ajaran Sang Buddha, tetapi jikalau beliau hanya aspirasi saja, apakah beliau bisa menjadi apa yang beliau inginkan.

Bagaimana pengertian anda, apakah hanya membuat aspirasi saja bisa mencapai tujuan anda ?

Misalnya hari ini anda mendengar bahwa Sayadaw u Revata akan memberikan ceramah Dhamma, lalu anda duduk di depan Buddha Rupang dengan membuat aspirasi : “Semoga saya dapat mendengar ceramah Bhante U Revata, Semoga saya dapat mendengar Ceramah Bhante U Revata.” , tanpa berjalan datang ke sini, apakah anda bisa datang ke sini ?

Yang pertama adalah anda perlu memiliki keinginan untuk mendengarkan ceramah, yang kedua anda harus mengusahakannya untuk datang ke sini mendengarkan.

Harus ada tujuan yang ingin dicapai, setelah itu harus dikerjakan.

Jadi untuk Bhante Ananda, Bhante Ananda membuat suatu aspirasi dan melakukan serta mengusahakan apapun yang harus dipenuhi untuk memenuhi aspirasinya.
Begitu juga Sayadaw Revata mempercayai bahwa untuk Mingun Sayadaw mungkin pernah memiliki suatu aspirasi untuk bisa menghafal isi tipitaka. Dan diikuti dengan pemenuhan kualitas untuk bisa mencapai aspirasinya.

Siapakah yang bertanggung jawab atas kecerdasan kita ?
Siapa yang bertanggung jawab atas kebodohan kita ?
Kitalah yang bertanggung jawab.
Tidak ada orang yang dapat membuat anda menjadi cerdas, tidak ada orang yang dapat membuat kita menjadi bodoh. Kitalah yang bertanggung jawab, Andalah yang bertanggung jawab.

Di dalam ruang kelas, kita juga melihat masing-masing perbedaan kualitas di setiap individu.

Tujuan melatih meditasi adalah untuk mengetahui dan melihat kebenaran.

Di Myanmar, di pusat meditasi kami (Pa Auk Tawya , Mawlayine , Myanmar), Banyak meditator yang berusaha untuk mengetahui dan melihat kebenaran.
Bahkan untuk orang asing saja, jumlahnya itu lebih dari 300. Banyak meditator datang dari berbagai negara misalnya dari : Inggris, Amerika, Australia, Jepang, Jerman, Singapore, bahkan banyak yang datang dari Indonesia, tetapi sayadaw belum melihat penduduk dari desa beji. Karena anda tidak datang melihat sayadaw, jadi sayadaw datang untuk melihat anda. Apakah anda akan datang melihat sayadaw nanti ? Sayadaw harap suatu hari nanti anda akan datang untuk melihat sayadaw di Myanmar.

Diantara semua meditator ini, beberapa diantara mereka datang di hari yang sama, beberapa mungkin 3-4 hari setelahnya, mungkin 1 minggu, atau 1 bulan setelahnya.

Jadi kita bisa simpulkan bahwa hari mereka mulai bermeditasi tidak jauh berbeda.
Mungkin ada yang berbeda 1 hari, 3 hari, Seminggu, 10 hari, atau 1 bulan. Beberapa mungkin berbeda 1 tahun.

Bagi yang datang lebih dahulu (1 tahun lebih cepat), mereka berusaha bermeditasi tetapi tidak bisa berkembang dalam meditasinya.

Tetapi yang setelah setahun baru datang, mungkin dalam waktu seminggu mereka sudah berhasil meditasinya.

Lalu apa yang sebetulnya menjadi penyebabnya ? Apa Alasannya ?

Karena perbedaan kamma masa lampau yang kita kumpulkan. Mereka datang dari berbagai tempat untuk mengetahui dan melihat dhamma. Mereka duduk 1 hari 5 sesi, satu sesi duduk @1.5 jam. Mereka duduk bareng di dalam 1 ruangan dan mereka meluangkan waktu dan usaha bersama.

Siapakah yang bertanggung jawab ?
Kamma yang telah kita kumpulkan ini yang bertanggung jawab.

Anda ingat kata-kata sayadaw ini “Bukan siapa-siapa, anda sendirilah pelakunya”

Benar atau tidak ?

Jadi bukan orang lain yang melakukannya, tetapi ini Kamma anda. Artinya tidak ada yang bertanggung jawab akan itu, anda sendirilah yang bertanggung jawab.

Dibawah bimbingan sayadaw, Sayadaw melihat beberapa meditator, mereka memiliki perbedaan untuk jangka waktu mereka berhasil dalam meditasi.

Bagi mereka yang sudah terbiasa melatih meditasi di kehidupan lampaunya, di kehidupan sekarang mereka dapat dengan cepat berhasil dalam meditasinya. Untuk beberapa orang, mereka memerlukan waktu yang lebih lama. Bagaimanapun kita harus mengusahakan yang terbaik yang bisa kita lakukan di kehidupan sekarang.

Meskipun Sayadaw menjelaskan betapa pentingnya kamma masa lampau, tetapi kita tidak bisa melakukan apapun atau merubah kamma masa lampau kita.

Jika kita melihat masa lalu dari kehidupan sekarang, maka masa lalu menjadi kehidupan lampau kita. Tetapi jika kita melihat dari masa depan, maka masa sekarang adalah masa lalunya.

Misalnya anda menemui hambatan dalam meditasi anda di kehidupan sekarang hanya karena anda kurang memiliki akumulasi kamma di masa lalu yang kuat, anda menemui hambatan.
Tetapi jika anda tidak mengusahakannya untuk melalui hambatan ini, maka di masa depan pun juga anda akan menghadapi kesulitan.

Kehidupan sekarang inilah, yang bisa kita lakukan terbaik yang kita bisa.

Misalnya berdana, ini merupakan penyebab untuk menjadi makmur.

Misalnya dalam melatih moralitas / sila ini menjadi penyebab untuk terlahir di alam baik.

Untuk bisa mengetahui dan melihat kebenaran sebagaimana adanya, penyebabnya adalah melatih meditasi.

Anda ingat apa yang menjadi tujuan untuk melatih meditasi ?

Ya benar jawabannya adalah untuk mengetahui dan melihat kebenaran.

Sang Buddha muncul di dunia ini, setelah beliau mengetahui dan melihat kebenaran.

Setelah beliau menjadi seorang Buddha, beliau mengajarkan Dhamma. Dhamma sendiri adalah kebenaran. Jadi, untuk bisa mengetahui dan melihat kebenaran apa yang harus kita lakukan ?

Samadhim bhikkhave bhavetha, samahito bhikkhave bhikkhu yatha bhutam pajanati.
Kembangkanlah Samadhi para bhikkhu, para bhikkhu jika seorang bhikkhu terfokuskan, dia akan melihat hal-hal sebagaimana apa adanya.

Batin / pikiran yang terkonsentrasi akan bisa menerangi anda untuk bisa mengetahui dan melihat kebenaran sebagaimana apa adanya.

Artikel ini diambil dari ceramah Sayadaw U Revata @PATVDH Beji, 21 – 22 Maret 2015 https://www.youtube.com/watch?v=rsuwMYPfT2g (mulai dari menit ke 18 sd menit ke 47 )